BOGOR SATU – Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat sinergi dengan Forum Pondok Pesantren dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Bogor Raya sebagai upaya mencegah berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang generasi muda. Kolaborasi ini menitikberatkan pada penguatan edukasi, pembinaan, serta penanaman nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Audiensi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjadi wadah bagi para ulama, kiai, dan pengurus pondok pesantren untuk menyampaikan aspirasi terkait fenomena sosial yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama. Pemerintah daerah menyambut baik masukan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak-anak dan remaja.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Pemkab Bogor akan menerbitkan Surat Edaran Bupati yang menjadi acuan pelaksanaan sosialisasi dan edukasi di berbagai lingkungan, mulai dari sekolah hingga komunitas keagamaan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat gerakan pencegahan melalui pendekatan yang lebih terstruktur.
Program Go to School juga akan dioptimalkan sebagai sarana edukasi langsung kepada pelajar. Selama periode 15 sampai 22 Juni 2026, puluhan kepala perangkat daerah dijadwalkan hadir di sekolah-sekolah untuk menyampaikan pesan tentang bahaya narkoba, pentingnya menjaga pergaulan, penguatan karakter, serta pembentukan akhlak mulia.
Pemkab Bogor meyakini bahwa keberhasilan melindungi generasi muda tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Keterlibatan pondok pesantren, masjid, keluarga, sekolah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang berintegritas, berdaya saing, serta siap menyongsong masa depan yang lebih baik.
Penulis : Alzio
Editor : Arzian









