BOGOR SATU – Pemerintah Kabupaten Bogor resmi memulai penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Kebijakan ini menjadi langkah awal transformasi pola kerja yang lebih fleksibel tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengungkapkan bahwa pelaksanaan hari pertama WFH berlangsung tertib dan sesuai rencana. Sebagian ASN menjalankan tugas dari rumah, sementara unit kerja yang bersifat pelayanan langsung tetap beroperasi penuh di kantor.
Menurutnya, pengaturan skema kerja dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan fungsi layanan. Sektor-sektor vital seperti kesehatan, penanggulangan bencana, dan ketertiban umum tetap mengutamakan kehadiran fisik agar pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami hambatan.
Di sisi lain, dukungan teknologi digital menjadi faktor penting dalam keberhasilan penerapan WFH. Pemanfaatan rapat virtual, sistem administrasi elektronik, serta tanda tangan digital memungkinkan proses kerja tetap berjalan efektif dan efisien meski tidak seluruh pegawai berada di kantor.
Ke depan, Pemkab Bogor akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur dampak kebijakan ini, khususnya dalam penghematan energi dan peningkatan kinerja ASN. Dengan hasil awal yang positif, WFH diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya kerja baru yang adaptif, modern, dan tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Penulis : Alzio
Editor : Arzian









