Pemkab Bogor Mulai Appraisal Lahan Terdampak TPA Galuga, DLH Diminta Bergerak Cepat

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Bogor Mulai Appraisal Lahan Terdampak TPA Galuga, DLH Diminta Bergerak Cepat.

Pemkab Bogor Mulai Appraisal Lahan Terdampak TPA Galuga, DLH Diminta Bergerak Cepat.

BOGOR SATU – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menempuh langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan dampak operasional di TPA Galuga dengan melakukan appraisal terhadap tanah milik warga di sekitar lokasi.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa proses appraisal menjadi fondasi awal sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait pengadaan maupun pembebasan lahan. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan secara jelas batas wilayah terdampak sekaligus menentukan nilai tanah secara objektif melalui mekanisme profesional.

Menurutnya, penilaian akan mencakup lahan yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor serta Pemerintah Kota Bogor. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan transparansi, kepastian hukum, dan kejelasan bagi masyarakat yang terdampak.

Baca Juga :  Peringatan HUT Kostrad ke-65, Bupati Bogor Ikuti Upacara dan Buka Puasa Bersama

Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan bahwa pengelolaan sampah tetap berjalan normal selama proses berlangsung. Operasional TPA Galuga tidak boleh terhambat karena menyangkut pelayanan publik yang vital.

Bupati pun meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor segera mempercepat proses appraisal agar aktivitas pembuangan sampah tetap lancar.

“Kami meminta kepada DLH untuk secepatnya sehingga proses pembuangan sampah tidak terganggu di TPA Galuga,” ujar Rudy Susmanto.

Sebelumnya, persoalan ini mencuat setelah warga melakukan aksi penutupan akses menuju TPA Galuga pada Senin, 2 Maret 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dampak lingkungan yang dirasakan sekaligus menuntut kompensasi dan kejelasan pembebasan lahan.

Baca Juga :  Sekda Kabupaten Bogor Dukung Smartren Ekologi Takzim, Dorong Generasi Muda Berakhlak dan Peduli Lingkungan

Warga menyampaikan bahwa dampak pencemaran telah dirasakan selama kurang lebih lima tahun. Ia menyebut para pemilik lahan telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada DLH tingkat kota dan kabupaten, namun hingga kini belum memperoleh kepastian penyelesaian.

Sedikitnya 26 pemilik tanah terdampak aktivitas TPA Galuga dan mengaku belum pernah menerima kompensasi maupun perhatian resmi atas kerugian yang dialami selama bertahun-tahun.

Penulis : Alzio

Editor : Arzian

Berita Terkait

Pemkab Bogor Percepat Reformasi Perizinan Demi Dorong Investasi dan Dongkrak PAD
Rudy Susmanto Dorong Layanan Haji Lebih Humanis dan Terintegrasi di Kabupaten Bogor
Wajah Baru Pasar Parung, Penataan PKL dan Kawasan Didorong Lebih Humanis
Pastikan Tepat Sasaran, Pemkab Bogor dan BPS Lakukan Ground Check PBI JK Non Aktif
Jembatan di Rumpin Ambruk, Wabup Bogor Gerak Cepat Tinjau dan Siapkan Penanganan
Finalisasi PSEL Galuga, Bogor Raya Menuju Era Baru Pengelolaan Sampah
Rudy Susmanto dan Thomas Rajunio Matangkan Sinergi TMMD ke-128 untuk Stabilitas dan Pemerataan Pembangunan
MQK Kabupaten Bogor Jadi Ajang Aktualisasi Kitab Kuning dan Penguatan Kompetensi Santri
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Bogor Percepat Reformasi Perizinan Demi Dorong Investasi dan Dongkrak PAD

Jumat, 17 April 2026 - 21:10 WIB

Rudy Susmanto Dorong Layanan Haji Lebih Humanis dan Terintegrasi di Kabupaten Bogor

Jumat, 17 April 2026 - 14:37 WIB

Wajah Baru Pasar Parung, Penataan PKL dan Kawasan Didorong Lebih Humanis

Jumat, 17 April 2026 - 10:52 WIB

Pastikan Tepat Sasaran, Pemkab Bogor dan BPS Lakukan Ground Check PBI JK Non Aktif

Kamis, 16 April 2026 - 20:17 WIB

Jembatan di Rumpin Ambruk, Wabup Bogor Gerak Cepat Tinjau dan Siapkan Penanganan

Berita Terbaru