Bogor Satu – Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke-2 tingkat Kabupaten Bogor tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas pendidikan pesantren. Kegiatan yang digelar di Babakan Madang ini menghadirkan santri terbaik dari berbagai pondok pesantren untuk berkompetisi sekaligus belajar.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menyampaikan bahwa MQK merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto dalam membangun sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, pesantren memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan akhlak. Hal ini menjadi pondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang maju dan berdaya saing.
MQK juga berfungsi sebagai ruang evaluasi bagi lembaga pesantren dalam mengukur keberhasilan proses pembelajaran. Para peserta diuji dalam berbagai bidang keilmuan seperti nahwu, sharaf, tafsir, hadis, hingga ushul fiqh yang menjadi ciri khas pendidikan berbasis kitab kuning.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, H. Raden Enjat Munjiat, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang dicanangkan Prabowo Subianto. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan MQK sebagai ajang menimba ilmu, serta menekankan pentingnya kejujuran dan profesionalitas dalam proses penilaian.
Penulis : Alzio
Editor : Arzian









