BOGOR SATU – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat upaya penanganan sampah dengan melibatkan pemerintah desa sebagai garda terdepan. Melalui optimalisasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa, pengelolaan sampah berbasis masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga persoalan sampah dapat ditangani sejak dari sumbernya.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menyampaikan bahwa Bupati Bogor memberi perhatian serius terhadap persoalan sampah yang semakin kompleks, terutama karena kapasitas TPA Galuga yang sudah terbatas. Oleh karena itu, peran desa menjadi penting dalam melakukan pengurangan sampah melalui pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik, serta edukasi kepada masyarakat.
Pemerintah desa juga diminta memperkuat pengawasan terhadap potensi munculnya tempat pembuangan sampah liar di wilayahnya. Seluruh unsur kewilayahan mulai dari kecamatan hingga RT dan RW diharapkan turut berperan aktif dalam mengawasi dan mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana, menjelaskan bahwa mulai tahun ini bantuan keuangan desa meningkat dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar. Salah satu program prioritas yang wajib dijalankan adalah pengelolaan sampah di tingkat desa agar persoalan sampah tidak terus menumpuk di lingkungan permukiman.
Di sisi lain, Pemkab Bogor juga tengah menangani tumpukan sampah liar di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua dengan mengerahkan puluhan kendaraan pengangkut sampah serta dukungan alat berat. Selain pembersihan, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat agar tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut serta meningkatkan pengawasan agar masalah serupa tidak terulang.
Penulis : Alzio
Editor : Arzian









