Lewat Ngupahan, Pemkab Bogor Ubah Sisa Pangan Jadi Nilai dan Gerakan Kolektif

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lewat Ngupahan, Pemkab Bogor Ubah Sisa Pangan Jadi Nilai dan Gerakan Kolektif.

Lewat Ngupahan, Pemkab Bogor Ubah Sisa Pangan Jadi Nilai dan Gerakan Kolektif.

BOGOR SATU – Upaya menekan pemborosan pangan kini memasuki babak baru di Kabupaten Bogor. Melalui inovasi digital “Ngupahan”, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), sesuai arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto menghadirkan pendekatan yang tidak hanya menyasar pengelolaan sisa makanan, tetapi juga membangun perubahan pola pikir masyarakat secara menyeluruh.

Ngupahan dirancang sebagai ekosistem digital yang mengintegrasikan pengelolaan sisa pangan dari hulu ke hilir. Baik sisa makanan yang masih layak konsumsi maupun limbah organik, semuanya dikelola dengan prinsip ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

Baca Juga :  Jalan Kemang–Rancabungur Dirawat Sementara, Rekonstruksi Dijadwalkan Tahun 2026

Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menilai bahwa persoalan utama food waste bukan semata teknis, melainkan soal kebiasaan. Karena itu, Ngupahan hadir sebagai instrumen perubahan perilaku, dengan dukungan teknologi yang mampu mencatat, mengedukasi, sekaligus memberi insentif bagi masyarakat yang terlibat aktif.

Beragam fitur seperti Pojok Edukasi, Piring Berbagi, Bank Kompos, hingga Berdikari Mart menjadi penggerak utama dalam sistem ini. Tidak hanya mengedukasi, fitur tersebut juga membuka peluang ekonomi baru dari pengelolaan sisa pangan yang selama ini kerap terabaikan.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Pastikan Rumah Sakit Rujukan Siaga Penuh Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran

Implementasi perdana akan dilakukan di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri dan Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede sebagai wilayah percontohan. Dengan kolaborasi lintas elemen, program ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya gerakan kolektif masyarakat yang lebih peduli terhadap pangan, sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Bogor.

Penulis : Alzio

Editor : Arzian

Berita Terkait

Selaras Kebijakan Jawa Barat, Kabupaten Bogor Susun Payung Hukum Penanganan LGBT
2.000 Pohon Ditanam di Pakansari, Pemkab Bogor Perkuat Komitmen Hijau untuk Masa Depan
Nikmati Kuliner Lokal, Bupati Bogor Dorong Perputaran Ekonomi UMKM di Kabupaten Bogor
Nikah Massal di Masjid Baitul Faizin, Wujud Kolaborasi Pemkab Bogor dan Kemenag Layani Masyarakat
Optimalisasi Lahan Bojonggede-Kemang, Pemkab Bogor Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga
Pemkab Bogor Perkuat Sinergi dengan BBWS Citarum untuk Percepatan Bendungan Cibeet dan Cijurey
KUA-PPAS 2027 Disusun, Pemkab Bogor Prioritaskan Infrastruktur dan Ekonomi Lokal
Pemkab Bogor Pastikan Pelaksanaan Putusan PTUN Berjalan Bertahap dan Transparan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:07 WIB

Selaras Kebijakan Jawa Barat, Kabupaten Bogor Susun Payung Hukum Penanganan LGBT

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:06 WIB

2.000 Pohon Ditanam di Pakansari, Pemkab Bogor Perkuat Komitmen Hijau untuk Masa Depan

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:48 WIB

Nikmati Kuliner Lokal, Bupati Bogor Dorong Perputaran Ekonomi UMKM di Kabupaten Bogor

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:46 WIB

Nikah Massal di Masjid Baitul Faizin, Wujud Kolaborasi Pemkab Bogor dan Kemenag Layani Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:45 WIB

Optimalisasi Lahan Bojonggede-Kemang, Pemkab Bogor Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Berita Terbaru