BOGOR SATU – Upaya menekan pemborosan pangan kini memasuki babak baru di Kabupaten Bogor. Melalui inovasi digital “Ngupahan”, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), sesuai arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto menghadirkan pendekatan yang tidak hanya menyasar pengelolaan sisa makanan, tetapi juga membangun perubahan pola pikir masyarakat secara menyeluruh.
Ngupahan dirancang sebagai ekosistem digital yang mengintegrasikan pengelolaan sisa pangan dari hulu ke hilir. Baik sisa makanan yang masih layak konsumsi maupun limbah organik, semuanya dikelola dengan prinsip ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menilai bahwa persoalan utama food waste bukan semata teknis, melainkan soal kebiasaan. Karena itu, Ngupahan hadir sebagai instrumen perubahan perilaku, dengan dukungan teknologi yang mampu mencatat, mengedukasi, sekaligus memberi insentif bagi masyarakat yang terlibat aktif.
Beragam fitur seperti Pojok Edukasi, Piring Berbagi, Bank Kompos, hingga Berdikari Mart menjadi penggerak utama dalam sistem ini. Tidak hanya mengedukasi, fitur tersebut juga membuka peluang ekonomi baru dari pengelolaan sisa pangan yang selama ini kerap terabaikan.
Implementasi perdana akan dilakukan di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri dan Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede sebagai wilayah percontohan. Dengan kolaborasi lintas elemen, program ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya gerakan kolektif masyarakat yang lebih peduli terhadap pangan, sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Bogor.
Penulis : Alzio
Editor : Arzian









