BOGOR SATU – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, secara resmi membuka pameran 75 artefak peninggalan Nabi Besar Muhammad SAW beserta para kerabatnya di kawasan Laga Tangkas Gelora Pakansari, Jumat (20/2/16). Kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar di Kabupaten Bogor dan terbuka untuk masyarakat umum.
Rudy menyampaikan bahwa kehadiran pameran tersebut merupakan anugerah besar bagi Kabupaten Bogor. Menurutnya, momentum ini sekaligus menegaskan posisi Kabupaten Bogor sebagai salah satu pusat kebudayaan dan religiusitas di Jawa Barat.
Ia mengingatkan, pada tahun sebelumnya Kabupaten Bogor juga mendapatkan kehormatan dengan hadirnya Mahkota Binokasih untuk pertama kalinya setelah Kerajaan Pajajaran terpecah. Memasuki tahun 2026, keberkahan kembali hadir melalui pembangunan Masjid Raya Nurul Waton dan terselenggaranya pameran artefak peninggalan Rasulullah SAW.
Pameran ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga diproyeksikan menjadi daya tarik wisata religi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.
Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjut Rudy, telah mempersiapkan kegiatan ini secara matang bersama para ulama, organisasi Islam, serta unsur Forkopimda. Pengamanan turut melibatkan Polres Bogor, Kodim, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, hingga BNN Kabupaten Bogor guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Sebanyak 75 artefak dipamerkan kepada publik, termasuk penutup kepala, rambut, hingga ekstrak keringat Rasulullah SAW. Rudy mengaku beberapa di antaranya belum pernah ia lihat secara langsung sebelumnya.
Ia berharap momentum Ramadan ini semakin memperkuat persatuan, meningkatkan doa dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, serta menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperdalam nilai-nilai spiritual.
Panitia juga menyiapkan area khusus bagi jamaah yang ingin berdoa dan bermunajat, termasuk penyediaan kursi di kawasan Laga Satria guna menunjang kenyamanan pengunjung.
Dengan konsep terbuka dan tanpa biaya masuk, pameran ini berlangsung setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah Islam sekaligus sarana penguatan batin masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Penulis : Alzio
Editor : Arzian









