Sinergi Pemkab Bogor dan Kemenhut Perkokoh Benteng Ekologis di TNGHS

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi Pemkab Bogor dan Kemenhut Perkokoh Benteng Ekologis di TNGHS.

Sinergi Pemkab Bogor dan Kemenhut Perkokoh Benteng Ekologis di TNGHS.

BOGOR SATU – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Kementerian Kehutanan menegaskan komitmen mempererat kolaborasi dalam menjaga kawasan konservasi, khususnya di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), bertepatan dengan peringatan hari jadinya yang ke-34. Kegiatan tersebut digelar di Bumi Perkemahan Sukamantri, Tamansari, Kamis (26/2).

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, hadir bersama Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Rohmat Marzuki, didampingi Camat dan Forkopimcam Tamansari, jajaran Kementerian Kehutanan, Pemkab Bogor, Balai TNGHS, perwakilan masyarakat adat kasepuhan, unsur dunia usaha, akademisi, peneliti, serta organisasi pendamping masyarakat.

Dalam sambutannya, Rohmat Marzuki menegaskan bahwa TNGHS merupakan hutan tropis pegunungan terluas di Pulau Jawa dengan posisi strategis, baik secara ekologis maupun ekonomi. Kawasan ini menjadi daerah tangkapan air vital yang menyuplai kebutuhan jutaan masyarakat di Jawa Barat dan Banten, dengan 115 sungai berhulu dari kawasan tersebut.

Selain fungsi hidrologis, TNGHS juga menjadi rumah bagi satwa kunci yang dilindungi seperti elang jawa, owa jawa, dan macan tutul jawa. Nilai konservasinya diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.

Baca Juga :  Tiga Ruang Kelas SDN Kuripan 02 Direhabilitasi, Rudy Susmanto Perkuat Komitmen Benahi Fasilitas Pendidikan

Dalam arahannya, Wakil Menteri Kehutanan menekankan tiga pilar pengelolaan kawasan konservasi ke depan, yakni penguatan perlindungan serta penegakan hukum kehutanan, perluasan kolaborasi multipihak, dan penguatan pendekatan berbasis sains yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Pemerintah pusat, lanjutnya, juga berkomitmen menertibkan praktik ilegal di kawasan hutan melalui penguatan satuan tugas serta peningkatan kapasitas Polisi Kehutanan dengan dukungan teknologi.

Momentum ini sekaligus menjadi penegasan bahwa perlindungan kawasan konservasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Jaro Ade menyampaikan salam hormat dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, serta apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah selatan Kabupaten Bogor. Ia menegaskan, keberadaan TNGHS dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan.

Baca Juga :  Kolaborasi Kuat, Bogor Percepat Realisasi PSEL di TPA Galuga

“Tanpa kawasan konservasi ini, mungkin Bogor dan sekitarnya tidak dapat menikmati kualitas udara dan kesejukan seperti sekarang. Ini adalah benteng ekologis yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan zonasi kawasan hutan yang masih menyisakan tumpang tindih antara lahan masyarakat dan peta kawasan konservasi. Pembenahan tersebut diharapkan dilakukan secara bertahap dan partisipatif guna mencegah konflik sosial.

Pemkab Bogor, lanjutnya, tengah menggencarkan program pembangunan hutan kota sebagai bagian dari visi pembangunan berkelanjutan. Setiap kecamatan ditargetkan memiliki minimal satu hektare hutan kota, disertai gerakan penanaman ribuan pohon di desa-desa yang diharapkan dapat bersinergi dengan pengelolaan kawasan konservasi.

Dengan semangat kolaborasi, Pemkab Bogor dan Kementerian Kehutanan optimistis kawasan konservasi seperti TNGHS akan tetap menjadi benteng ekologis sekaligus sumber kehidupan bagi generasi mendatang.

Penulis : Alzio

Editor : Arzian

Berita Terkait

Ngubek Empang Meriahkan HJB ke-544, Warga Malasari Berburu Ikan dan Kebahagiaan
Sambut HJB ke-544, Gowes Napak Tilas Bogor Satukan Olahraga, Sejarah, dan Wisata
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Komunitas Lingkungan Perkuat Gerakan Peduli Alam
Meriahkan HJB ke-544, Turnamen Voli Karang Taruna Jadi Panggung Atlet Muda di Malasari
Pemkab Bogor Hadirkan Tabligh Akbar untuk Menyemarakkan HJB ke-544
Inovasi “Lapor Pak Bupati” Bawa Kabupaten Bogor Raih Penghargaan Nasional
Pengungkapan Kasus Tambang Ilegal dan Subsidi Energi Tuai Apresiasi Bupati Bogor
Pemulihan Sungai Cileungsi Terus Berjalan, Warga dan DLH Tertibkan Ikan Sapu-Sapu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:48 WIB

Ngubek Empang Meriahkan HJB ke-544, Warga Malasari Berburu Ikan dan Kebahagiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:45 WIB

Sambut HJB ke-544, Gowes Napak Tilas Bogor Satukan Olahraga, Sejarah, dan Wisata

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:42 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Komunitas Lingkungan Perkuat Gerakan Peduli Alam

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:37 WIB

Meriahkan HJB ke-544, Turnamen Voli Karang Taruna Jadi Panggung Atlet Muda di Malasari

Senin, 1 Juni 2026 - 23:55 WIB

Pemkab Bogor Hadirkan Tabligh Akbar untuk Menyemarakkan HJB ke-544

Berita Terbaru