BOGOR SATU – Pemerintah Kabupaten Bogor terus menggenjot daya saing produk lokal melalui strategi kemitraan antara industri kecil menengah (IKM) dan industri besar. Upaya ini dipimpin langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagai langkah konkret memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Bogor, Mely KaMelya, menjelaskan bahwa kemitraan tersebut diharapkan mampu membuka akses bagi produk IKM untuk masuk ke dalam rantai pasok industri besar. Dengan demikian, pelaku IKM tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut Mely, keberadaan industri besar di wilayah Bogor merupakan peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal. Produk IKM berpotensi menjadi pemasok bahan baku, komponen, maupun produk pendukung, selama mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan industri besar.
Untuk mendukung hal tersebut, Disdagin melakukan berbagai pembinaan, mulai dari peningkatan kualitas produk, penyediaan peralatan produksi, hingga pendampingan teknis. Langkah ini bertujuan agar pelaku IKM siap bersaing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar industri yang lebih besar.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengembangkan sentra IKM unggulan, seperti industri logam di Citeureup, serta memperluas akses pemasaran melalui kemitraan dengan ritel modern. Dengan berbagai strategi ini, diharapkan produk lokal Bogor dapat menembus pasar nasional hingga internasional.
Penulis : Alzio
Editor : Arzian









